Astronomi

Astronomi



Kata di atas bukanlah kata yang terlalu asing di telinga kita, tapi apakah teman-teman tau apa itu ”Astronomi”.

Kata Astronomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu kata astron (ἄστρον, "bintang") yang kemudian diberi akhiran –nomi dari nomos (νόμος, "hukum" atau "budaya"). Maka secara harfiah ia bermakna “hokum/budaya bintang-bintang”.

Astronomi atau bisa juga disebut Ilmu bintang atau Ilmu falak adalah cabang ilmu alam yang meneliti benda-benda langit, seperti bintang, planet, nebula, komet, dll. Serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer bumi (luar angkasa). Ilmu ini secara pokok mempelajari berbagai sisi benda-benda langit seperti asal-usul, sifat fisika/kimia, dan gerak benda tersebut, untuk mengetahui serta menjelaskan pembentukan dan perkembangan alam semesta.

Astronomi juga merupakan salah satu cabang ilmu tertua, adapun bukti-bukti artifak-artifak Astronomi yang berasal dari era prasejarah, misalnya beberapa monumen dari Mesir, Nubia, dan Stonehenge yang berasal dari Britania, Inggris. Orang-orang dari peradaban awal seperti Babilonia, Yunani, Tiongkok, India, dan Maya juga diduga telah melakukan pengamatan metodologis atas langit malam.

Mekipun memiliki umur yang yang terbilang tua dan perjalanan sejarah yang panjang, Astronomi baru dapat berkembang menjadi ilmu pengetahuan modern setelah dipopulerkannya teleskop oleh Galileo Galilei pada tahun 1609, dan pada saat itu teleskop mulai diperbaiki dan dikembangkan oleh ilmuan-ilmuan di dunia, seperti Christian Hygens, Sir Isac Newton, William Herschell, Johannes Kepler, Edwin Hubble, dan yang lainnya. Sampai saat ini teleskop masih dikembangkan oleh ilmuan-ilmuan masa kini untuk observasi dan penelitian di luar angkasa.

Cukup banyak cabang-cabang ilmu yang pernah turut disertakan sebagai bagian dari Astronomi, dan apabila diperhatikan, sifat cabang-cabang ini sangat beragam.

Pada abad ke-20, Astronomi profesional terbagi menjadi dua cabang, yaitu:

  •     Astronomi Observasional , yaitu studi Astronomi yang melibatkan pengumpulan data dari pengamatan atas benda-benda langit, yang kemudian akan dianalisis menggunakan prinsip-prinsip dasar fisika.
  •       Astronomi Teoritis , yaitu studi Astronomi yang terpusat pada upaya pengembangan model-model komputer/analitis guna menjelaskan sifat benda-benda langit serta fenomena-fenomena alam lainnya.

Adapun kedua cabang ini bersifat komplementer. Astronomi teoretis berusaha untuk menerangkan hasil-hasil pengamatan Astronomi observasional, dan Astronomi observasional kemudian akan mencoba untuk membuktikan kesimpulan yang dibuat oleh Astronomi teoretis.

Astronomi harus dibedakan dari Astrologi, yang merupakan kepercayaan bahwa nasib dan urusan manusia berhubungan dengan letak benda-benda langit seperti bintang atau rasinya. Mitologi atau legenda tentang rasi bintang ini berkembang di Mesir kuno lebih dari 2300 tahun yang lalu dan diberi nama oleh bangsa Yunani kuno.

Rasi-rasi bintang ini berjumlah 12 dan diberi nama Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Tiap nama dalam rasi bintang dapat disebut zodiak.

Memang betul bahwa dua bidang ini memiliki asal usul yang sama, namun pada saat ini keduanya sangat berbeda.

Itulah sedikit ulasan mengenai Astronomi, sekian dari saya.

                Source: wikipedia

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini